D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja mendalami keilmuan tentang perencanaan keamanan dalam bekerja dan monitor serta evaluasi dalam pelaksanaan pekerjaan. Keilmuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja melingkupi keilmuan yang berinteraksi dengan keilmuan kesehatan, pengolahan, minyak dan gas. Kurikulum Kesehatan dan Keselamatan Kerja lebih difokuskan pada teori, prinsip, dan penerapan ilmu kesehatan, lingkungan dan manajemen.

Program Studi Diploma IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja menjadi salah satu Prodi di STT Migas Cilacap  bertujuan untuk menjawab dan memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) baik dalam sektor formal maupun informal yang semakin tinggi. Demi memenuhi kebutuhan sumber daya manusia terlatih yang memenuhi kompetensi perkembangan dunia usaha yang menuntut lulusan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan industri sekarang dan mendatang.

Lulusan Prodi D4 K3 ditekankan pada kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks, dengan dasar kemampuan profesional bidang K3 berdasarkan pengetahuan K3 termutakhir, termasuk keterampilan untuk merencanakan pekerjaan K3, melaksanakan pekerjaan K3, memecahkan masalah pekerjaan K3, memiliki kemampuan manajerial, mampu melakukan penelitian serta mampu mengikuti perkembangan IPTEK  dalam bidang K3.

Prodi D4 K3 mengembangkan diri dengan berkonsentrasi kepada pembentukan tenaga kerja yang berorientasi kepada pengelolaan Sistem Manajemen Kesehatan Kerja yang merupakan ruh dan nafas dari program studi.

Lapangan Kerja

Lapangan Kerja bidang K3 sangat menjanjikan karena dengan melihat kecenderungan pembangunan insfrastruktur yang terus berkembang, kebutuhan ahli dibidang K3 juga semakin meningkat. Lulusan Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja memiliki kesempatan pekerjaan di berbagai bidang mulai dari industri manufaktur, industri minyak dan gas, industri kimia, pertambangan, konstruksi, perusahaan jasa K3, pemerintahan, perbankan, rumah sakit, hingga perhotelan.  Peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia juga mengharuskan implementasi K3 di tempat kerja (UU No 1 Thn 1970). Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: Per-04/MEN/1987, setiap perusahaan dengan pekerja lebih dari 100 orang atau perusahaan beresiko tinggi (peledakan, kebakaran, keracunan, dll) wajib membentuk Panitia Pembina K3 dengan seorang ahli K3. Data mutakhir pada tahun 2007; industri di Indonesia sebanyak 189.907, dengan 24.560 diantaranya memiliki tenaga kerja lebih dari 100 orang.

© 2020 STT Migas Cilacap. All Rights Reserved. Built by CRTech. Designed By JoomShaper